Bank DKI setor PAD Rp. 61 milyar, laba meningkat 53,61% per Maret 2010
Jakarta – Bank DKI kian menunjukkan peran sebagai mitra Pemprov DKI sebagaimana misinya, dengan menyetor dividen sebesar Rp. 61 Milyar yang diperhitungkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemprov DKI Jakarta atas hasil laba tahun 2009. Sejalan hal tersebut, kinerja keuangan Bank DKI selama triwulan pertama tahun 2010 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sampai dengan Maret 2010 Bank DKI berhasil meraih laba sebelum pajak sebesar Rp. 149 milyar, tumbuh 53,61% atau naik Rp. 52 milyar dibandingkan Maret 2009 yang sebesar Rp. 97 milyar. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia, kamis kemarin (29/04).
Dijelaskannya, sebagaimana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2009 tanggal 26 April 2009, Bank DKI mencatat laba bersih sebesar Rp. 140 milyar di akhir Desember 2009. Dan dari laba tersebut, 43,43 % disetorkan sebagai dividen untuk Pemprov DKI Jakarta (Rp. 61 milyar) yang mempunyai saham 99,83 % dan Rp. 100 juta untuk PD. Pasar Jaya yang mempunyai saham 0,17 %. Sedangkan 53,02 % dari laba dialokasikan sebagai cadangan umum dan cadangan tujuan, sedangkan 2,95 % dialokasikan untuk dana kesejahteraan.
Adapun untuk periode Maret 2010, terdapat peningkatan laba yang diperoleh dari pendapatan bunga khususnya adanya penurunan biaya bunga pihak ketiga sebesar 6,7% yaitu dari Rp. 194 miliar pada Maret 2009 menjadi sebesar Rp. 181 milyar pada Maret 2010. Demikian juga dengan beban operasional bersih yang menurun sebesar 81,97 %. Hal tersebut dikarenakan adanya penyesuaian (adjustment) terhadap mark to market dan koreksi atas cadangan kerugian penurunan nilai, penyisihan penghapusan aset non produktif sehingga rasio beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) dapat ditekan menjadi 72,08 % di Maret 2010 dibanding 80,27 % di Maret 2009. Namun di periode yang akan datang hal ini akan kembali kepada situasi normal kembali.
Kinerja keuangan Bank DKI juga didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga dari masyarakat dan penyaluran kredit. Dana pihak ketiga Bank DKI meningkat dari Rp. 10,12 trilyun per Maret 2009 Rp. 12,10 trilyun per Maret 2010, tumbuh sebesar 19,66 %. Demikian pula halnya untuk penyaluran kredit tumbuh sebesar 8,69 % atau meningkat sebesar Rp. 6,40 trilyun dari Maret 2009 menjadi Rp. 6,95 trilyun pada Maret 2010.
Sedangkan rasio-rasio keuangan cukup baik. Untuk posisi Maret 2010, CAR dengan memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional adalah 14,95 % dari 14,65 % pada Maret 2009. Namun demikian LDR mengalami penurunan menjadi 57,42 % di Maret 2010 pada Maret 2009 dari 63,16 % di Maret 2009, hal tersebut dikarenakan peningkatan dana pihak ketiga tumbuh lebih signifikan dibandingkan penyaluran kredit.
Adapun untuk NPL nett yang meningkat dari 2,06 % pada Maret 2009 menjadi 2,85 % pada Maret 2010, dikarenakan adanya penetapan kolektibilitas yang lebih konservatif dengan pembentukan cadangan yang lebih aman. “Rasio keuangan Bank DKI tetap dalam batas-batas yang memadai,”, kata Winny menambahkan. Secara keseluruhan, aset Bank DKI tumbuh sebesar 10,15 %, naik Rp 1,37 Milyar dari Rp. 13,432 trilyun pada Maret 2009 menjadi Rp. 14,80 trilyun pada Maret 2010.
Untuk menghadapi tantangan di tahun 2010, Bank DKI merencanakan akan menerbitkan obligasi dengan nilai sekitar Rp. 750 milyar. Hal ini untuk mendukung ekspansi kredit, khususnya untuk memperkuat sektor konsumer, seperti produk Kredit Multi Guna ataupun KPR Griya Monas.
Adapun untuk program peningkatan DPK retail dilakukan melalui program-program pemasaran dengan pelayanan sebagai garda depan dalam peningkatan dana tersebut. Selain itu adalah optimalisasi peran Bank DKI dalam mendukung program Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam peningkatan layanan yang terkait dengan pajak-pajak daerah dengan membuka gerai pajak di beberapa Mal di Jakarta dan pelayanan Samsat Drive Thru di beberapa layanan samsat seperti Samsat Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Saat ini, sedang dipersiapkan kehadiran Bank DKI di 36 kecamatan dan seluruh kelurahan di Jakarta, sehingga Bank DKI akan semakin lebih dekat dengan Pemprov DKI Jakarta maupun dekat dengan warga Jakarta,” ujar Winny.
Selain itu, untuk meningkatkan fee based income, telah dilakukan penambahan fitur ATM Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk berbagai pembayaran. Misalnya untuk pembayaran pulsa telpon dari berbagai operator (Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcom, Mobile 8, Esia, Three), pembayaan PLN, PAM, Pajak Kendaraan, Zakat dan Infaq, Taxi, mini market sampai dengan bioskop Blitz MegaPlex.
Winny menambahkan, Bank DKI juga mempunyai produk baru ”Debit Bank DKI” yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat, selain JakCard untuk pembayaran busway yang dapat dipergunkan untuk koridor 1,2,3 dan 6. Produk baru Bank DKI ini, merupakan bagian dari program Bank DKI untuk memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh nasabah serta stakeholder dalam melakukan transaksi maupun kegiatan jasa perbankan. Satu lagi yang tak kalah penting tentu saja melakukan aktivasi program-program promosi produk melalui berbagai event untuk meraih nasabah retail sebanyak-banyaknya. Harapannya tentu saja dengan berbagai program promosi yang dilakukan dapat mengakuisisi nasabah retail lebih banyak, meningkatkan portofolio tabungan, memperbaiki komposisi DPK sehingga weigthed average cost of fund Bank DKI menjadi lebih kompetitif.
Dirinya optimis dalam menghadapai persaingan di dunia perbankan yang semakin kompetitif pada tahun 2010, selain performance kinerja Bank DKI terus meningkat serta kepercayaan pasar dengan adanya kenaikan rating peringkat PT. Bank DKI untuk periode 30 Desember 2009 sampai dengan 1 januari 2011 dari idA- menjadi idA dengan outlook stabil dan penghargaan sebagai “Perusahaan Terpercaya” oleh Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) pada 23 desember 2009. Dalam waktu dekat, Bank DKI juga akan menerima mendapatkan penghargaan sebagai "1 st Best Overall Performance" untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2010 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank.
Kinerja Keuangan Bank DKI
Dalam milyar rupiah
Dalam persentase
Dijelaskannya, sebagaimana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2009 tanggal 26 April 2009, Bank DKI mencatat laba bersih sebesar Rp. 140 milyar di akhir Desember 2009. Dan dari laba tersebut, 43,43 % disetorkan sebagai dividen untuk Pemprov DKI Jakarta (Rp. 61 milyar) yang mempunyai saham 99,83 % dan Rp. 100 juta untuk PD. Pasar Jaya yang mempunyai saham 0,17 %. Sedangkan 53,02 % dari laba dialokasikan sebagai cadangan umum dan cadangan tujuan, sedangkan 2,95 % dialokasikan untuk dana kesejahteraan.
Adapun untuk periode Maret 2010, terdapat peningkatan laba yang diperoleh dari pendapatan bunga khususnya adanya penurunan biaya bunga pihak ketiga sebesar 6,7% yaitu dari Rp. 194 miliar pada Maret 2009 menjadi sebesar Rp. 181 milyar pada Maret 2010. Demikian juga dengan beban operasional bersih yang menurun sebesar 81,97 %. Hal tersebut dikarenakan adanya penyesuaian (adjustment) terhadap mark to market dan koreksi atas cadangan kerugian penurunan nilai, penyisihan penghapusan aset non produktif sehingga rasio beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) dapat ditekan menjadi 72,08 % di Maret 2010 dibanding 80,27 % di Maret 2009. Namun di periode yang akan datang hal ini akan kembali kepada situasi normal kembali.
Kinerja keuangan Bank DKI juga didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga dari masyarakat dan penyaluran kredit. Dana pihak ketiga Bank DKI meningkat dari Rp. 10,12 trilyun per Maret 2009 Rp. 12,10 trilyun per Maret 2010, tumbuh sebesar 19,66 %. Demikian pula halnya untuk penyaluran kredit tumbuh sebesar 8,69 % atau meningkat sebesar Rp. 6,40 trilyun dari Maret 2009 menjadi Rp. 6,95 trilyun pada Maret 2010.
Sedangkan rasio-rasio keuangan cukup baik. Untuk posisi Maret 2010, CAR dengan memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional adalah 14,95 % dari 14,65 % pada Maret 2009. Namun demikian LDR mengalami penurunan menjadi 57,42 % di Maret 2010 pada Maret 2009 dari 63,16 % di Maret 2009, hal tersebut dikarenakan peningkatan dana pihak ketiga tumbuh lebih signifikan dibandingkan penyaluran kredit.
Adapun untuk NPL nett yang meningkat dari 2,06 % pada Maret 2009 menjadi 2,85 % pada Maret 2010, dikarenakan adanya penetapan kolektibilitas yang lebih konservatif dengan pembentukan cadangan yang lebih aman. “Rasio keuangan Bank DKI tetap dalam batas-batas yang memadai,”, kata Winny menambahkan. Secara keseluruhan, aset Bank DKI tumbuh sebesar 10,15 %, naik Rp 1,37 Milyar dari Rp. 13,432 trilyun pada Maret 2009 menjadi Rp. 14,80 trilyun pada Maret 2010.
Untuk menghadapi tantangan di tahun 2010, Bank DKI merencanakan akan menerbitkan obligasi dengan nilai sekitar Rp. 750 milyar. Hal ini untuk mendukung ekspansi kredit, khususnya untuk memperkuat sektor konsumer, seperti produk Kredit Multi Guna ataupun KPR Griya Monas.
Adapun untuk program peningkatan DPK retail dilakukan melalui program-program pemasaran dengan pelayanan sebagai garda depan dalam peningkatan dana tersebut. Selain itu adalah optimalisasi peran Bank DKI dalam mendukung program Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam peningkatan layanan yang terkait dengan pajak-pajak daerah dengan membuka gerai pajak di beberapa Mal di Jakarta dan pelayanan Samsat Drive Thru di beberapa layanan samsat seperti Samsat Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Saat ini, sedang dipersiapkan kehadiran Bank DKI di 36 kecamatan dan seluruh kelurahan di Jakarta, sehingga Bank DKI akan semakin lebih dekat dengan Pemprov DKI Jakarta maupun dekat dengan warga Jakarta,” ujar Winny.
Selain itu, untuk meningkatkan fee based income, telah dilakukan penambahan fitur ATM Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk berbagai pembayaran. Misalnya untuk pembayaran pulsa telpon dari berbagai operator (Telkom, Telkomsel, Indosat, Excelcom, Mobile 8, Esia, Three), pembayaan PLN, PAM, Pajak Kendaraan, Zakat dan Infaq, Taxi, mini market sampai dengan bioskop Blitz MegaPlex.
Winny menambahkan, Bank DKI juga mempunyai produk baru ”Debit Bank DKI” yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat, selain JakCard untuk pembayaran busway yang dapat dipergunkan untuk koridor 1,2,3 dan 6. Produk baru Bank DKI ini, merupakan bagian dari program Bank DKI untuk memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh nasabah serta stakeholder dalam melakukan transaksi maupun kegiatan jasa perbankan. Satu lagi yang tak kalah penting tentu saja melakukan aktivasi program-program promosi produk melalui berbagai event untuk meraih nasabah retail sebanyak-banyaknya. Harapannya tentu saja dengan berbagai program promosi yang dilakukan dapat mengakuisisi nasabah retail lebih banyak, meningkatkan portofolio tabungan, memperbaiki komposisi DPK sehingga weigthed average cost of fund Bank DKI menjadi lebih kompetitif.
Dirinya optimis dalam menghadapai persaingan di dunia perbankan yang semakin kompetitif pada tahun 2010, selain performance kinerja Bank DKI terus meningkat serta kepercayaan pasar dengan adanya kenaikan rating peringkat PT. Bank DKI untuk periode 30 Desember 2009 sampai dengan 1 januari 2011 dari idA- menjadi idA dengan outlook stabil dan penghargaan sebagai “Perusahaan Terpercaya” oleh Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) pada 23 desember 2009. Dalam waktu dekat, Bank DKI juga akan menerima mendapatkan penghargaan sebagai "1 st Best Overall Performance" untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2010 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank.
Kinerja Keuangan Bank DKI
Dalam milyar rupiah
| No | Keterangan | Des 2009 | Maret 2009 | Maret 2010 | Pertumbuhan (%) |
| (audited) | (Un audited) | (Un audited) | |||
| 1 | 2 | 3 | 4 | ||
| NERACA | |||||
| 1 | Total Aktiva | 15,341 | 13,432 | 14,795 | 10.15 |
| 2 | Kredit Yg Diberikan * | 7,003 | 6,395 | 6,951 | 8.69 |
| 3 | Dana Pihak Ketiga | 12,234 | 10,116 | 12,105 | 19.66 |
| 4 | Ekuitas | 907 | 909 | 1,056 | 16.17 |
| LABA-RUGI | |||||
| 5 | Laba Operasi | 598 | 83 | 154 | 85.54 |
| 6 | Laba (Rugi) Sebelum Pajak | 201 | 97 | 149 | 53.61 |
Dalam persentase
| No | Keterangan | Des 2009 | Maret 2009 | Maret 2010 | Pertumbuhan (%) |
| (audited) | (Un audited) | (Un audited) | |||
| 1 | 2 | 3 | 4 | ||
| NERACA | |||||
| 1 | Total Aktiva | 15,341 | 13,432 | 14,795 | 10.15 |
| 2 | Kredit Yg Diberikan * | 7,003 | 6,395 | 6,951 | 8.69 |
| 3 | Dana Pihak Ketiga | 12,234 | 10,116 | 12,105 | 19.66 |
| 4 | Ekuitas | 907 | 909 | 1,056 | 16.17 |
| LABA-RUGI | |||||
| 5 | Laba Operasi | 598 | 83 | 154 | 85.54 |
| 6 | Laba (Rugi) Sebelum Pajak | 201 | 97 | 149 | 53.61 |
| No | Keterangan | Des 2009 | Maret 2009 | Maret 2010 | Pertumbuhan (%) |
| (audited) | (Un audited) | (Un audited) | |||
| 1 | 2 | 3 | 4 | ||
| NERACA | |||||
| 1 | Total Aktiva | 15,341 | 13,432 | 14,795 | 10.15 |
| 2 | Kredit Yg Diberikan * | 7,003 | 6,395 | 6,951 | 8.69 |
| 3 | Dana Pihak Ketiga | 12,234 | 10,116 | 12,105 | 19.66 |
| 4 | Ekuitas | 907 | 909 | 1,056 | 16.17 |
| LABA-RUGI | |||||
| 5 | Laba Operasi | 598 | 83 | 154 | 85.54 |
| 6 | Laba (Rugi) Sebelum Pajak | 201 | 97 | 149 | 53.61 |
Last Updated (Friday, 21 May 2010 10:36)









