Dukung Pariwisata dan UMKM, Bank DKI Hadirkan Solusi Pembayaran Digital

Jakarta – Sebagai salah satu sektor yang menguntungkan dalam pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata di Indonesia tentu tidak lepas dari digitalisasi layanan perbankan, hal ini lah yang terus dilakukan oleh Bank DKI dengan menghadirkan solusi pembayaran digital bagi sektor pariwisata dan UMKM. Lebih lengkap penjelasan tersebut disampaikan oleh Amirul Wicaksono selaku Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI dalam Talkshow yang bertajuk “Digitalisasi Bank DKI Dalam Mendukung Pariwisata dan UMKM” dalam Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) tahun 2022 yang berlangsung dari tanggal 11-14 Juli di Bali (14/7).

Dalam talkshow yang juga dihadiri oleh Elsya MS Chani selaku Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Amirul Wicaksono mengatakan apabila pariwisata di Indonesia terus meningkat, maka juga akan mendorong peningkatan dari sektor UMKM. Pendapat tersebut juga diperkuat dengan gambaran Bali dan Jakarta sebagai daerah di Indonesia dengan sektor pariwisata yang terus meningkat.

Lebih lanjut Amirul mengatakan “Dalam upaya mendukung Pariwisata dan UMKM, Bank DKI mempermudah wisatawan dalam bertransaksi dengan menggunakan aplikasi JakOne Pay, yang juga dapat dimanfaatkan oleh wisatawan asing. JakOne Pay sendiri merupakan simple apps bagi generasi muda milenial dan Gen Z yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi sehari-hari. Aplikasi ini mendukung transaksi untuk melakukan scan to pay QRIS, serta aktivitas uang elektronik server based lainnya.Tanpa perlu mengganti nomor menjadi nomor nasional, wisatawan asing sudah dapat bertransaksi menggunakan QRIS”. Selain itu, top up aplikasi JakOne Pay dapat dilakukan menggunakan kartu kredit yang dimiliki oleh wisatawan asing tersebut.

Adapun sampai dengan periode Juni 2022, transaksi QRIS melalui JakOne Mobile Bank DKI tumbuh 742% (yoy) menjadi Rp. 22,4 miliar dibanding periode Juni 2021 sebesar Rp. 2,6 miliar. Selain transaksi QRIS, sampai dengan Juni 2022, jumlah pengguna JakOne Mobile juga sudah mencapai 1,7 juta pengguna, dengan jumlah nominal transaksi mencapai Rp. 9,1 triliun, serta volume transaksi mencapai 10,8 juta transaksi.

Sebagai informasi, dalam upaya digitalisasi di sektor pariwisata dan UMKM, Bank DKI telah melakukan berbagai upaya diantaranya integrasi transportasi, elektronifikasi pembayaran, serta melalui berbagai kolaborasi dengan BPD maupun BUMD. JakOne Pay sebagai uang elektronik milik Bank DKI telah tersedia di sejumlah aplikasi seperti Jakarta Xplore dan Ancol apps yang memudahkan pembayaran non-tunai sebagai bentuk kolaborasi di sektor pariwisata. Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Elsya MS Chani dalam kesempatan yang sama mengatakan, “Kehadiran QRIS sebagai bagian dari digitalisasi perbankan dapat memudahkan konsumen terutama para turis yang juga menjadi upaya mendukung UMKM di sejumlah destinasi pariwisata”.

Talkshow Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) tahun 2022 sendiri merupakan bagian dari keikutsertaan Bank DKI yang mengangkat tema Advancing Digital Economy and Finance Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery. Dalam gelaran tersebut, Bank DKI turut mengenalkan aplikasi JakOne Pay sebagai salah satu layanan pembayaran non-tunai dengan metode scan QRIS berbasis server based.


Dukung Layanan Digital & Akses Permodalan UMKM Wilayah Bekasi, UUS Bank DKI Jalin Kerja Sama Dengan BPRS Patriot

Lakukan ekspansi kegiatan usaha di wilayah Bekasi, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI jalin kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Patriot pada Senin, 11 Juli 2022. Adapun kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pemanfaatan Layanan Digital Perbankan yang meliputi pengelolaan transaksi keuangan melalui layanan digital UUS Bank DKI, layanan keagenan perbankan dengan JakOne Abank hingga penyaluran pembiayaan produktif kepada UMKM kota Bekasi maupun konsumtif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi. Demikian disampaikan Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (11/7).

 

Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi menyampaikan, “Melalui produk dan layanan digital hingga fasilitas permodalan melalui pembiayaan UUS Bank DKI, Insya Allah dapat membuka peluang yang lebih besar bagi sektor UMKM untuk mengembangkan usahanya lebih ekspansif lagi. Aktivitas yang sudah berangsur pulih dari Covid-19, akan menjadi momentum yang baik bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor mikro.”

 

Direktur Utama BPRS Patriot Bekasi, Mohammad Asmawi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama Bank DKI dalam sinergi kolaborasinya dengan BPRS Patriot untuk turut membantu pertumbuhan ekonomi wilayah Bekasi melalui produk dan layanan mumpuninya. Kami berharap dengan sinergi ini, dapat memaksimalkan ekspektasi nasabah untuk mendapatkan layanan perbankan yang inklusif dan modern.

 

Sebagai Bank yang memberikan perhatian penuh dalam pengembangan UMKM, UUS Bank DKI akan memfasilitasi akses permodalan pelaku UMKM dengan pembiayaan modal kerja syariah. UUS Bank DKI juga turut berpartisipasi pada program Kredit Usaha Rakyat dengan menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp1 triliun kepada pelaku UMKM.

 

“UUS Bank DKI juga menawarkan produk pemilikan emas bagi para ASN Pemerintah Kota Bekasi yang ingin melakukan investasi emas dengan cara mengangsur. “emas itu kan merupakan investasi safe haven yang dapat bertahan dan bahkan mampu meningkat pada saat kondisi pasar finansial mengalami goncangan atau ketika aset investasi lain sedang turun, sehingga memanfaatkan produk pemilikan emas dari UUS Bank DKI merupakan cara yang tepat bagi mereka yang mau berinvestasi secara aman”, tambah Babay Parid.

 

Kini, UUS Bank DKI semakin adaptif memenuhi kebutuhan nasabah yang menuntut kemudahan layanan melalui transformasi layanan digital. Melalui aplikasi JakOne Mobile dan JakOne Pay, UUS Bank DKI menghadirkan solusi perbankan digital bagi nasabah pengguna untuk menciptakan pengalaman bertransaksi yang lebih personal, mobile dan handal mulai dari bayar bermacam tagihan dan belanja online, transaksi Scan by QRIS, top up uang elektronik, bersedekah/ berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito, hingga pembukaan rekening tabungan secara online dimana saja dan kapan saja.

 

Dari sisi digitalisasi UMKM, UUS Bank DKI mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor dimana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan. Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

 

Babay Parid menambahkan, “bagi Badan Usaha dan Lembaga yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bekasi, UUS Bank DKI telah menyediakan layanan keuangan digital seperti Cash Management System (CMS) sebagai solusi layanan perbankan berbasis internet untuk nasabah korporasi untuk melakukan monitoring dan transaksi keuangan secara realtime dan online. Dengan Cash Management System akan memudahkan perusahaan untuk mendapatkan informasi posisi dana dari waktu ke waktu dan memberikan kemudahan dalam bertransaksi melalui sistem perbankan setiap saat secara online sehingga pengelolaan arus dana dapat dilakukan secara cepat dan akurat.”

 

Terakhir, Babay Parid berharap agar sinergi dan kolaborasi UUS Bank DKI dengan BPRS Patriot dapat memberikan kontribusi nyata untuk memberikan kemudahan akses layanan perbankan digital serta akses permodalan melalui pembiayaan syariah bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya.


Dukung Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia, Bank DKI Partisipasi Pada Festival Ekonomi & Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto (paling kanan) mengunjungi booth Bank DKI yang turut berpartisipasi pada gelaran Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Bali, (11/7).

 

Sebagai BUMD DKI Jakarta, Bank DKI terus berkomitmen dalam mendukung program Pemprov DKI Jakarta melalui berbagai inovasi dalam produk dan layanan digital. Melalui JakOne Mobile dan JakOne Pay, kini Bank DKI semakin adaptif memenuhi kebutuhan nasabah yang menuntut kemudahan layanan melalui transformasi layanan digital dengan menghadirkan solusi perbankan digital untuk menciptakan pengalaman bertransaksi yang lebih personal, mobile dan handal mulai dari bayar bermacam tagihan dan belanja online, transaksi Scan by QRIS, top up uang elektronik, bersedekah/ berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito online, hingga pembukaan rekening tabungan secara online dimana saja dan kapan saja.

Kunjungan Ke Pasar Kebayoran Lama, Bank DKI Ajak Pedagang Manfaatkan KUR dan Layanan Digital Bank DKI

Jakarta - Ajak Pedagang Manfaatkan Produk dan Layanan Digital, Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi berkunjung ke pasar Kebayoran Lama pada Sabtu, 2 Juli 2022. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak para pedagang pasar untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan layanan digital dari Bank DKI.

Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi menyampaikan, “Sebagai Bank yang memberikan perhatian penuh dalam pengembangan UMKM, Bank DKI turut berpartisipasi pada program Kredit Usaha Rakyat. Tahun 2022, Bank DKI menargetkan dapat menyalurkan KUR sebesar Rp1 triliun kepada pelaku UMKM di wilayah operasional Bank DKI baik debitur eksisting, anggota JakPreneur, dan Pedagang Perumda Pasar Jaya.”

Beliau juga menyampaikan, “Jaman sekarang melakukan aktivitas sehari-hari kini semakin mudah karena semua sudah serba digital. Nah, kami ingin agar para pedagang dan pembeli di pasar Kebayoran Lama ini bisa memanfaatkan layanan digital dari Bank DKI agar transaksi jual beli bisa semakin mudah, aman dan cepat”.

Dalam kunjungannya, Babay Parid memperkenalkan JakOne Pay sebagai simple apps dari Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi jual beli menggunakan metode scan to pay QRIS, serta aktivitas uang elektronik server based lainnya. Masyarakat yang ingin mempergunakan JakOne Pay tidak perlu menjadi nasabah Bank DKI, cukup download aplikasinya pada Google Play Store bagi smartphone berbasis android dan App Store bagi smartphone berbasis IOS. Untuk informasi lebih lanjut, dapat langsung mengunjungi laman resmi JakOne Pay di www.jakonepay.com.

Babay Parid menambahkan, “Pengunjung pasar itu kan biasanya transaksi yang dilakukan hanya jual beli, lewat JakOne Pay, para pembeli dipasar itu nggak akan kesulitan untuk sekedar buka aplikasi dan scan QRIS pedagang pasar, dari pada mereka mesti ngambil uang di dompet. Terlebih, tampilan interface JakOne Pay juga ramah untuk segala usia”. Namun dikatakannya, jika masyarakat memiliki varian transaksi yang lebih banyak, kami juga menyediakan aplikasi JakOne Moblile.

Lewat JakOne Mobile, Bank DKI kini semakin adaptif memenuhi kebutuhan nasabah yang menuntut kemudahan layanan melalui transformasi layanan digital. Melalui aplikasi JakOne Mobile, Bank DKI menghadirkan solusi perbankan digital bagi nasabah pengguna untuk menciptakan pengalaman bertransaksi yang lebih personal, mobile dan handal mulai dari bayar bermacam tagihan dan belanja online, pembayaran pajak dan retribusi, transaksi Scan by QRIS, top up uang elektronik, bersedekah/ berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito dimana saja dan kapan saja.

Bank DKI juga turut mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor dimana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan. Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

Terakhir, beliau juga menyampaikan, “kami berharap agar berbagai produk dan layanan digital hingga permodalan dapat semakin membantu para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, yang Insya Allah tentunya baik untuk pertumbuhan ekonomi kedepan.”